Banjir muson di ibu kota Indonesia memaksa lebih dari 1.300 orang mengungsi dari rumah mereka – Nasional


Banjir hebat di beberapa daerah di ibu kota Indonesia memaksa lebih dari seribu orang meninggalkan rumah mereka pada hari Sabtu, dengan badan meteorologi negara memperingatkan bahwa kondisi tersebut akan berlanjut untuk minggu depan.

Sekitar 1.380 warga Jakarta dievakuasi dari daerah selatan dan timur kota, rumah bagi 10 juta orang, setelah banjir mencapai ketinggian 1,8 meter di beberapa daerah, kata Sabdo Kurnianto, kepala badan penanggulangan bencana Jakarta dalam sebuah pernyataan. Dia mengatakan tidak ada korban yang dilaporkan.

Baca lebih lajut:

Puluhan ribu orang dievakuasi karena banjir di Indonesia menewaskan sedikitnya 15 orang

Orang-orang memposting foto di media sosial warga yang mengarungi air berlumpur setinggi bahu, mobil hampir seluruhnya terendam, dan tim pencari mengevakuasi warga lanjut usia dengan perahu karet di puncak musim hujan.

Cerita berlanjut di bawah iklan

“Dua ratus lingkungan telah terpengaruh, menurut data terbaru,” kata Gubernur Jakarta Anies Baswedan kepada televisi lokal pada Sabtu pagi, menambahkan bahwa lebih dari dua lusin pusat evakuasi telah disiapkan di seluruh kota.

“Hujan sudah berhenti, tapi air dari daerah lain masih mempengaruhi Jakarta. Mudah-mudahan tidak sampai ke pusat kota dan saat air surut orang bisa melanjutkan aktivitasnya. ”


Click to play video'Banjir bandang membunuh sedikitnya 16 orang membuat ratusan orang mengungsi di Indonesia'







Banjir bandang menewaskan sedikitnya 16 orang, membuat ratusan orang mengungsi di Indonesia


Banjir bandang menewaskan sedikitnya 16 orang, membuat ratusan orang mengungsi di Indonesia – 15 Jul 2020

Banjir datang pada saat Indonesia sudah bergulat dengan beban kasus dan penghitungan kematian tertinggi dari COVID-19 di Asia Tenggara dan resesi ekonomi.

Badan Meteorologi Indonesia (BMKG) telah memperingatkan hujan terberat di musim ini mungkin akan turun di dalam dan sekitar ibu kota padat penduduk itu dalam beberapa hari mendatang, dengan cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat, guntur, dan angin kencang, diperkirakan akan terjadi sepanjang pekan depan.

Cerita berlanjut di bawah iklan

Baca lebih lajut:

Gempa dahsyat Indonesia menewaskan sedikitnya 15 bangunan yang merobohkan di tengah malam

“Ini masa kritis yang perlu kita waspadai,” kata Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG.

“Jakarta dan sekitarnya masih dalam masa puncak musim hujan yang diperkirakan akan terus berlanjut hingga akhir Februari atau awal Maret.”

BMKG menyebutkan, Jakarta akan waspada selama empat hari ke depan dengan data dari Badan Meteorologi yang menunjukkan curah hujan tinggi dalam 24 jam terakhir dengan wilayah Pasar Minggu, selatan Jakarta, mencatat curah hujan 226 milimeter sejak Jumat.

(Pelaporan tambahan oleh Angie Teo; Ditulis oleh Kate Lamb; Editing oleh Ana Nicolaci da Costa)


Pengeluaran HK
Back To Home